MotoGP: Enea Bastianini Mengaku Tak Sabar Balapan di Sirkuit Mandalika

Enea Bastianini akan menjalani tahun kedua di MotoGP pada musim depan. Rider asal Italia ini bergabung dengan Gresini MotoGP yang disponsori pelumas asal Indonesia, Federal Oil.

Dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Selasa, 30 November 2021, Bastianini mengaku tidak sabar untuk segera bisa menjajal Sirkuit Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

“Pasti sangat menyenangkan balapan di sana (Mandalika). Sekaligus bisa berjumpa dengan penggemar di sana,” kata Bastianini.

Ia mengaku sudah melihat penampilan Sirkuit Mandalika di layar televisi saat digunakan untuk balap World Superbike Championship (WorldSBK) pada 19-21 November lalu.

Hal senada juga diungkapkan rekan satu timnya di Gresini MotoGP, Fabio Di Giannantonio. Pembalap yang akrab disapa Diggia ini juga tidak sabar untuk bertemu dengan fans dari Indonesia. “Saya tahu memiliki banyak penggemar dari Indonesia, dan tentu saja menyenangkan bisa balapan di hadapan mereka secara langsung,” ujar dia.

Bastianini dan Diggia dijadwalkan akan melakukan sesi tes resmi di Sirkuit Mandalika pada 11-13 Februari 2021. Ini adalah tes resmi ketiga setelah sebelumnya MotoGP menggelar tes serupa di Jerez, Spanyol, (18-19 November 2021) dan Sepang, Malaysia (5-6 Februari 2022).

Sedangkan seri perdana MotoGP digelar pada 4-6 Maret 2022 di Sirkuit Losail, Qatar. Seri kedua digelar di Sirkuit Mandalika, Indonesia, pada 18-20 Maret 2022.

Bastianini dan Diggia akan mengendarai sepeda motor Ducati Desmosedici GP21. Motor ini sama dengan yang digunakan Francesco Bagnaia (tim Ducati) pada musim 2021. Menurut Bastianini, meski motor yang akan ia gunakan adalah spek tahun 2021 tetapi masih cukup kompetitif untuk bisa bersaing dengan tim-tim lainnya.

Hal tersebut diungkapkan Bastianini setelah menjajal Desmosedici GP21 di Jerez beberapa waktu lalu. Sebagai perbandingan, Bastianini menggunakan sepeda motor Ducati Desmosedici GP19 untuk tampil di musim 2021. Hasilnya, ia mampu meraih podium tiga sebanyak dua kali dan bertengger di posisi 11 klasmen akhir. “GP21 punya tenaga yang lebih besar dan lebih cepat dibanding GP19. Saya sangat nyaman memacunya di Jerez,” kata Bastianini.

Ia tidak memiliki target muluk-muluk di musim 2022 karena tingkat persaingan di kelas MotoGP sangat ketat. “Saya akan berusaha untuk tampil sebaik mungkin. Dua kali podium tiga musim 2021 memacu saya untuk bisa berprestasi lebih baik lagi tahun depan,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.