Data R&D Volvo Dibobol Peretas, Dipastikan Tak Mengganggu Mobil Konsumen

Volvo Cars mengatakan tengah menyelidiki pelanggaran keamanan dunia maya dan pencurian beberapa data penelitian dan pengembangan (Research & Developmen) produsen mobil Swedia itu.

“Penyelidikan sejauh ini mengkonfirmasi bahwa sejumlah kecil properti R&D perusahaan telah dicuri selama penyusupan itu,” kata produsen mobil asal Swedia itu dalam sebuah pernyataan dari Stockholm yang dikutip dari Autoblog hari ini, Sabtu, 11 Desember 2021.

Menurut Volvo, kejadian itu dapat berdampak pada operasi perusahaan yang mayoritas sahamnya dimiliki Geely Holding China tersebut. Namun, disebut tidak melihat dampak terhadap pada keamanan mobil pelanggan atau data pribadi mereka.

Perusahaan yang berbasis di Gothenburg itu menyatakan telah menerapkan tindakan pengamanan untuk mencegah akses ke propertinya. Volvo juga bekerja sama dengan pihak berwenang yang terkait.

Seorang juru bicara Volvo menuturkan bahwa telah berkomunikasi dengan pihak ketiga untuk melakukan pengusutan terhadap peretas. Tetapi Volvo menolak memberikan rincian lebih lanjut.

“Volvo Cars sedang melakukan penyelidikannya sendiri dan bekerja sama dengan spesialis pihak ketiga untuk menyelidiki pencurian properti itu,” katanya.

Saham Volvo Cars yang IPO pada 29 Oktober 2021 yang terbesar di Eropa pada tahun ini. Tapi zsempat mengalami penurunan 3,2 persen pada Jumat lalu.

JOBPIE | AUTOBLOG | REUTERS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.